Apa Saja yang Menjadi Pertimbangan Kenaikan Kelas?

Kenaikan kelas tidak ditentukan dari satu aspek saja. Kenali 4 pertimbangan utama yang menjadi dasar keputusan kenaikan kelas dalam sistem pendidikan kesetaraan.

Apa Saja yang Menjadi Pertimbangan Kenaikan Kelas?

Kenaikan kelas tidak ditentukan dari satu aspek saja. Berdasarkan panduan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemdikdasmen bersama Asosiasi PKBM Sunnah Indonesia (APSI), terdapat 4 pertimbangan utama yang menjadi dasar keputusan kenaikan kelas dalam kerangka Kurikulum Ramah.


1. Pencapaian Kompetensi Murid

Kenaikan kelas mempertimbangkan perkembangan murid dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan selama proses pembelajaran berlangsung.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh pada:

  • Mata pelajaran
  • Kegiatan kokurikuler
  • Kegiatan ekstrakurikuler
  • Aktivitas pembelajaran lainnya selama satu tahun ajaran

2. Kehadiran dan Partisipasi

Tingkat kehadiran menjadi bagian dari indikator keterlibatan murid dalam pembelajaran. Kehadiran yang konsisten menunjukkan komitmen dalam proses belajar.


3. Mempertimbangkan Proses Perkembangan

Perkembangan murid dilihat secara berkelanjutan selama satu tahun ajaran — termasuk upaya perbaikan dan pendampingan yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

Artinya, murid yang menunjukkan kemajuan dan respons positif terhadap pendampingan tetap mendapat pertimbangan yang adil.


4. Pendekatan Holistik dan Menyeluruh

Keputusan kenaikan kelas diambil melalui pendekatan holistik dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara seimbang — agar setiap murid dapat berkembang secara optimal.


Dengan memahami keempat pertimbangan ini, diharapkan para pendidik dan orang tua dapat bersama-sama mendukung tumbuh kembang murid secara menyeluruh — bukan hanya dari nilai akademik semata.

Bersama Sunnah · Membangun Generasi · Mencerahkan Negeri

Komentar

Masuk untuk berkomentar:

Memuat komentar...